
Perkenalkan, nama gue Roni umur gue 22 tahun. Gue lahir di keluarga yang sedang-sedang aja, gak terlalu miskin gak terlalu kaya. Bokap nyokap gue tinggal di Jakarta karena mereka kerja disana, tapi gue tinggal di salah satu kota di daerah Jawa Tengah. Gue salah satu lulusan Fakultas Biologi di salah satu universitas tempat gue tinggal, tapi gue memilih untuk tidak bekerja dahulu. Gue pengen santai bentar di rumah tempat gue tinggal dan bersama ABG Lugu dan Seksi yang bekerja sebagai pembantu kesayangan gue, Ine (mengapa kesayangan gue? Nanti gue ceritain hehe..).Pada saat itu, gue ditelpon oleh orang tua gue. Mereka bilang, gue harus ketempat sodara bokap gue yang ada di salah satu desa yang letaknya lumayan jauh sih dari rumah gue. Mereka bilang, sodara bokap gue dan istrinya bakalan kerja di luar negeri jadi TKW dan gue harus menetap di rumahnya dulu dan merawat anaknya sampai saudaranya yang lain datang.
“Duh males banget gue harus ke sana, jauh, gak ada internet pula” ucapku dalam hati. Tapi gue tetap menjalaninya, kalo gak, ntar ga dapet duit jajan dan gak bisa eksperimen lagi haha....
Gue pun langsung mengemasi barang–barang, mulai dari pakaian, laptop, hdd (jujur aja banyak bokepnya haha), modem, kamera, dan beberapa peralatan pribadi (yes everybody, peralatan pribadi). Tak lupa gue juga berpamitan mesra dengan pembantu kesayanganku (biasanya sih pamitannya ML) tapi kali ini engga dulu, soalnya jalan kesana kalo udah pas jam pulang kantor macet banget.
Setelah 2 jam perjalanan, gue pun tiba disana. Gue pun mengetuk ngetuk pintunya, setelah sekian lama mengetuk keluarlah si Ina salah satu saudara gue yang merupakan anak dari sepupu ayahku yang menjadi TKI itu. Pertama kali gue ketemu dia, dia masih kecil gitu (udah beberapa tahun yang lalu sih haha..). Tapi sekarang udah beranjak dewasa dan kutaksir sekarang sudah 14 tahun.
“Eh mas Roni, masuk mas” suara yang lembut tersebut mengajakku masuk ke rumah yang tidak terlalu besar dan jauh dari kampong mana pun. Sedikit gambaran, rumahnya ini terletak di kaki gunung dan dikelilingi sawah-sawah dan hutan. Rumahnya cukup jauh dari kampong penduduk, hal itu dikarenakan ayahnya si Ina ini punya sawah yang cukup gede disini dan males pindah.
Lalu gue pun menurunkan barang-barangku dan meletakkannya di salah satu kamar yang ditunjuk Ina. Tanpa berlama-lama, gue pun mempersiapkan baju ganti dan alat2 mandiku untuk bergegas mandi (maklum orangnya rajin mandi). Saat masuk kamar mandinya, gue pun heran. Kamar mandi tersebut hanya ditutupi oleh anyaman bambu–bambu dan banyak sekat-sekat yang bolong. Saat gue sedang mandi, gue melihat Ina sedang menyuci piring. Gue bisa melihatnya dengan leluasa dari salah satu bolongan di kamar mandi yang cukup besar.
“Wah dia pake rok nih, celana dalemnya robek-robek lagi nih. Manteeppp” gumamku dalam hati. Memang pada saat itu Ina sedang menggunakan rok dan baju yang ketat (gue mengira dia tidak pakai bra, karena putingnya jelas keliatan njeplak di bajunya). Tak terasa kontolku sudah mulai tegang setelah melihat pemandangan itu. Jujur aja, gue suka banget liat cewek-cewek kampung yang kulitnya hitam, rambutnya panjang, dan pakai pakaian ketat gitu. Ah serasa pengen diewek tanpa berhenti. Dengan makin tegangnya kontolku, gue pun terus melanjutkan mandi. Setiap mandi, gue selalu mengoleskan minyak ramuan dari Ine pembantuku, minyak ramuan ini memberikan khasiat membuat kontolku makin hitam, gendut, dan panjang. Hal itu sudah terbukti ketika Ine memberikan minyak tersebut kepada gue 3 tahun silam. Sekarang kontolku makin hitam, gendut, dan kalo ngaceng panjangnya bisa 18cm dengan diameter 6cm. Jujur aja, gue juga seneng mainin kontolku sendiri (tapi gue juga doyan ngewe). Seusai mandi gue pun hendak berpakaian, namun apesnya sempakku jatuh dan basah. Akhirnya gue hanya melilitkan handuk disekujur tubuhku, namun kontolku yang masih ngaceng membuat tonjolan di handuk tersebut. Dengan cuek gue pun ke kamar melewati Ina yang sedang masak di dapur.
Seusai mandi, gue pun melakukan ritual yang kedua dengan kontolku. Gue mulai mengeluarkan barang-barangku yang lainnya, diantaranya ada suntikan, beberapa cairan, krim penis. Gue pun rebahan di kasur dan mulai mengolesi kontolku dengan krim kontol yang membuat kontolku semakin perkasa. Gue pun mengurutnya sesuai dengan anjuran salah satu Mak Erot langgananku (dia bilang sih ini krim paling mujarab untuk memperkasa kontol yang belum di sunat, tapi emang terbukti kok haha... Btw gue ini udah 22 tahun dan belum sunat, tapi gue seneng liat kontolku bentuknya gini). Setelah ku urut semua bagian kontolku, gue pun mulai menyuntikkan cairan di pangkal kontolku. Fungsinya untuk memperkental sperma. Am I Crazy? Oke gue jelasin dulu sedikit background gue, sebenernya gue ini masih normal masih doyan cewe dan ngewe sama cewe. Tapi gue juga hypersex terhadap diri sendiri, hal yang paling gue favoritin adalah kontol gue. Singkat aja ceritanya ya, nanti intinya gak tersampaikan haha.
Saat gue sedang menyuntikan untuk kedua kalinya, tak sengaja Ina pun masuk ke kamarku. Ia pun melongo liat kontol gemukku. Lalu ia pun keluar dari kamarku dengan langkah yang cepat sambil berkata “Mas, ayo makan, makanannya dah siap”. Namun karena efek dari suntikan ini, kontolku belum bisa tidur selama 20 menit. Tapi gue dah laper banget, yaudah deh gue pake celana khusus dimana yg bagian tengah buat kontol itu bolong (kaya yg dipake artis JAV cowo). Namun itu aja belom cukup, kontolku yg perkasa masih nyembul. Peduli setan, gue pun makan bersama Ina. Kulihat Ina agak risih liat kontolku, dia pun bertanya, “Mas, burungnya bengkak toh? Tadi kok disuntik segala? Apa lagi flu burung mas?” Tanyanya dengan polos.
Dalam hati wah ini kesempatan nih. Gue pun menjawab, “Engga kok, burung mas Roni emang gede. Tadi disuntik biar sehat burungnya. Ina mau liat?” Ina pun langsung menuduk malu dan melanjutkan makan.
Tak lama kemudian Ina pun berkata “Bener mas? Boleh kalo gue liat sama pegang burungnya? Soalnya gue liat burung temen-temenku disini ga segede mas roni.” Katanya dengan muka yang polos.
Gue pun menjawab dengan tertawa “boleh aja kok Ina, kamu boleh liat dan megang burungnya mas Roni.”
Seusai makan pun kami pun pergi ke kamar Ina. Ku lihat ternyata kamar Ina rapi sekali, tetapi ia tidur di kasur yang ada di lantai kamarnya. Tidak seperti ranjang yg ditempatku. Saat gue melihat kasur itu (wah asik nih buat maen, ini kasur kesukaan gue nih buat ngewe). Meski dingin, Ina suka tidur dibawah seperti itu. Tanpa pikir panjang gue pun mulai rebahan dan membuka celana gue. Ina melongo melihat kontol superku. Lalu ia memegangnya dan mencoba untuk membuka kulupnya sampai habis.
Dia bertanya “Gak sunat mas?”
Gue pun menjawab “Kalo sunat gak segede ini Na” Jawabku membodohinya. Setelah puas melihat dan memegang ia pun pergi ke kamar tamu. “Yah kentang deh, belom ada 5 menit” gumamku kesal. Kemudian gue pun menyusul Ina ke ruangan tamu, ku lihat Ina sedang membaca sebuah buku.
“Baca apa Ina?” tanyaku
“Ini mas buku biologi. Aku meski ga sekolah pengen pinter” Jawabnya penuh semangat.
Gue pun ikut membaca di ruang tamu dan menjelaskan beberapa bagian, karena ini memang ahliku haha... Saat itu Ina sedang membaca bagian reproduksi manusia. “Wah kesempatan bisa maen sama nih anak nih.” (Sebenernya udah pengen ngewe dia banget pas lagi mandi tadi). Karena dia ga ngerti apa-apa, gue bisa bego begoin dia dan ngewe dengan gampang. Tapi semua itu salah, setelah ku bego begoin, ternyata dia tidak percaya omonganku. Ia diberi pesan oleh orangtuanya jangan percaya selain yg ada di buku. Wahh aseeemm, gumamku kesal dalam hati. Namun gue pun memiliki rencana lain. Hari sudah malam, meski gue sudah pengen ngewe memeknya yang pasti masih rapet itu gue menunda kesempatan itu dan mulai melancarkan rencana gue.
Begini rencana gue, gue melihat dia lebih percaya apa yang dibuku. Jadi gue mulai mengarang beberapa cerita yang berkaitan dengan seks dan fantasiku dan gue akan mencetaknya dan memberikan kepadanya. Kuyakin hal itu pasti ampuh, karena dia anak yg penurut. Semalaman pun gue menulis karangan yang gila tersebut.
Keesokan harinya gue pamitan ke Ina untuk pergi ke tukang fotocopy. Tak lama kemudian gue pun kembali ke rumah, sesampainya di rumah. Kulihat Ina hanya pakai tanktop putih dan rok yang kemaren. Astagaaaa, toket item kecilnya bikin nafsu, meski gak gede tapi bentuknya perfect. Kontolku pun mulai tegang lagi, tapi gue berusaha meredamnya. Sesampainya di rumah gue pun langsung diajak makan olehnya. Mata gue bukan focus ke makananku, melainkan ke toketnya yang sempurna buatku. Sampai2, gue menelan utuh cabai rawit (padahal gue ga demen cabe). Setelah makan, gue memberikan buku karanganku yang kubuat tadi malam kepada Ina. Gue berbohong kepadanya kalau ini buku yang gue beli di kota.
Ina pun mulai membacanya dan gue kembali ke kamar untuk memanjakan kontolku (bukan coli ya). Tak lama kemudian, masuklah Ina sambil membawa buku tersebut. Kemudian ia pun bertanya, “Mas coli itu apa ya? Peju itu apa ya mas? Memek apa ya mas? Ngentot apa ya mas? Banyak banget istilahnya” Tanyanya sambil kebingungan.
Wah sepertinya rencana berjalan mulus nih, gumamku dalam hati. Gue pun mulai menjelaskannya satu persatu. Awalnya kujelaskan dari coli. “Ina, coli itu kalau cowo lagi ngocok burungnya kaya gini nih (sambil ku peragakan). Nah coli itu nanti keluar peju.” Jelasku.
“Ohh peju itu kalo yg diminum cewe bisa buat pinter ya?” Tanyanya dengan polos. Yess rencana gue berhasil lagi. Gumamku dalam hati.
Gue pun menjawab “Iya, sekarang praktek yuk. Gue minta 2 cangkir teh apa 2 gelas dong.”
“Buat apa mas?” Tanyanya. Ku jawab “Buat tempat peju Na, banyak ntar.” (pejuku kalo sekali muncrat emang banyak dan kental, mungkin efek obat-obatan itu kali ya). Dia pun segera ke dapur dan mengambil apa yang kuminta.
“Gini nih na, lingkarin 2 tangan kamu membentuk O. (harus 2 tangan, karena 1 tangan mungilnya ga bisa ngocok semua kontol superku). Habis itu kamu gerakin maju mundur.” Jelasku.
Tanpa tanya, Ina pun langsung mengocok kontolku. Awalnya emang kagok, tapi lama kelamaan dia sudah terbiasa. Dia masih kewalahan meladeni kontolku yg super ini. 30 menit ia mengocok, kontolku belum juga muncratin peju (Iya dong, kalo main sama si Ine aja bisa 8 ronde sekali.)
“Mas mana pejunya? Gak keluar, bohong ya mas.” Tanyanya merasa curiga.
“Ngga Na, ini kalo kontol gede gini lama keluarnya. Karena kontolnya bagus dan pejunya juga bagus.” Jawabku ngeles. Dia pun percaya saja, gue pun berniat untuk mengajarinya nyepong.
“Na, kalau mau cepet kamu nyepong aja.” Pintaku
“Nyepong itu kamu ngisep kontol gue sampe keluar pejunya.” Jelasku
“Ih gamau ah, jijik, kontol mas gede banget.” Tolaknya
Gue pun langsung beralibi “Mau pinter ga? Kalau mau pinter harus minum ???” tanya gue seperti memanja anak kecil. “Oiya peju.” Jawabnya dengan polos. Akhirnya ia pun mulai memasukan kontolku ke dalam mulutnya. Tapi sesak, tidak bisa masuk. Ia pun tersedak, gue pun menuntunnya perlahan. Perlahan demi perlahan kontolku berhasil di kulumnya tetapi tidak semuanya. Mulut kecilnya terus mengulum kontolku selama 30 menit, hingga akhirnya gue pun ingin ngecrot.
“Na gelasnya na, gue mau ngecrot…” Pinta gue. Dia pun mengambilkan gelasnya dan kontolku menyemprotkan peju putih nan kental yang cukup deras, hingga 1 setengah gelas kugunakan untuk tempat pejuku.
“Nah itu namanya peju, banyak kan peju mas Roni? Artinya peju Mas Roni bagus. Liat tuh putih kentel kaya susu. Kamu minum deh.” Kata gue.
Tanpa babibu akhirnya dia meminum yang setengah gelas dahulu, pada awalnya dia mau muntah karena baunya dan rasanya yang amis. (emang peju ku amis banget, tapi Ine suka banget. Dia pernah ngocok kontolku sampe pejuku ngisi satu botol coca cola yg gede) Setelah setengah gelasnya habis, gue pun bekata kepada dia “Udah setengah gelas dulu, sisanya ntar. Gimana enak kan?”
“Oke mas, ihh amis ahhh. Tapi enak juga sih.” Jawabnya. Kemudian dia pun melanjutkan membaca lagi. Ahhh yesss rencana gue mau ngentot gadis kampung terlaksana juga, yihaaa.. sorak sorai dalam hati.
Waktu menunjukkan jam 4 sore, gue pun ingin mandi. Ketika hendak mandi, gue tidak menemukan Ina dimanapun. Mungkin dia lagi main kali, pikirku. Ketika gue masuk kamar mandi, gue terkejut melihat Ina yang juga sedang mandi. Ternyata pintunya tidak dikunci. Alaamaaaak, meski item langsing gini napsuin banget. Toket itemnya yg mancung sempurna, memeknya belom ada jembut brooo… senang sekali gue melihatnya. Ina pun merasa malu lalu menutupi badannya.
“Gak usah malu Na, nanti juga terbiasa” kata gue.
Ia pun mulai melepaskannya dan mulai melanjutkan mandi lagi. Selama mandi gue menawarkan untuk saling meyabuni satu sama lain dan diapun mau. Giliran pertama gue menyabuni dia. Bukannya menyabuni, gue malah meremas toketnya hingga puas. Giliran kedua ia mulai menyabuni badanku dan kontolku yg super. Setelah mandi, gue kembali melakukan ritual kontolku. Kali ini, Ina ingin mencoba melakukannya. Ia pun mengurut krim kontolku dengan sangat telaten dan nikmat. Mungkin udah terbiasa kali ya. Namun saat menyuntikan cairan, gue tidak memperbolehkannya, karena takut salah sasaran bosss..
Setelah itu kami pun makan, namun makan malam kali ini ada yg beda. Ina menuangkan beberapa sendok peju di makanannya dan ia pun tidak minum air putih, melainkan minum pejuku yang tadi keluar. Wahhh asikkk, kalimat ngarangku ga sia sia. Di dalam buku itu gue menuliskan “peju bisa membuat cewe semakin pintar, lebih baik jika diminum atau dituangkan ke makanan. Melihat hal tersebut gue ga jijik, melainkan tambah horny.
“Pejunya enak Na?” tanya gue seusai makan.
“Iya mas enak banget, besok lagi ya” Jawabnya. Kemudian ia ke ruang tamu lagi dan membaca buku sesat karanganku. Tak lama kemudian ia bertanya, “Mas toket itu apa sih? Kok ini ada tulisan semakin gede toket cewe maka dia akan semakin pintar” (sebenernya ngakak sendiri liat ini tulisan)
“Nih toket itu dada cewe, ni bener nih.” Jelasku
“Wah toketku cilik mas, gedeinnya gimana?” Tanyanya khawatir.
Huehehehe untung saja gue sudah mempersiapkan alat2 pribadiku, gue pun mengeluarkan vakum pembesar payudara (ini kubawa antisipasi kalo gue lagi ngewe sama psk kampung, kalo pake vakum ini air susunya bisa keluar).
“Nih gedeinnya di vakum.” Jawabku sambil menunjukkan alat vakum itu.
“Ina mau deh mas” Jawabnya dengan polos. Wahhh ini pemadangan yang sangat gue gemari.
“Yaudah Na, kamu ke kamarmu tiduran, telanjang ya.” Pinta gue. Dia pun nurut, saat gue di kamar gue terkesima lagi dengan pemandangan indah tersebut. Tanpa babibu lagi gue melepaskan celana gue supaya kontolku bebas (alibinya sih panas). Kemudian gue pun mulai menjilati toketnya dan meremas remas (alibinya pijat sebelum digedein). Kulumat toket kecil tersebut dan pentilnya yang hitam, ku remas secara bergantian, ia pun mendesah kecil. Kulakukan itu selama 1 jam (yes everybody, I am hypersex. Apalagi liat body kampung gini, ahhhh) kurasakan memeknya juga sedikit basah. Sebenernya udah kepengen banget ngewe sama dia, tapi mesti ditahan dulu sampai semua rencana berhasil.
“Na, awalnya emang sakit tapi lama kelamaan enak kok.”kata gue
“Ina, ga apa kok mas. Ina pengen pinter.” Jawabnya
Gue pun langsung memasangkan vakum ke kedua toket item mungilnya. Vakum tersebut langsung menyedot toket Ina hingga meruncing. “Ahhhh sakiiitt” Teriak Ina kencang. Sekencang kencangnya triakan juga ga ada yg denger disini. Gumamku dalam hati. Teriakan itu tak berhenti selama 1 jam lebih. Kulihat toketnya mulai memerah dan masih meruncing. Daripada diam gini gue beralibi “Na sambil minum peju aja” Gue menyodorkan kontolku. Tak lama kemudian ia menyepong kontolku. Saking enaknya, gue terus memommpa vakum toketnya ina sehingga meruncing memenuhi vakum. 1 jam berlalu gue pun merasa ingin ejakulasi. Akhirnya gue pun menyemprotkan peju ku ke mulut Ina hingga meluber, namun Ina bersikekeh menjilatinya hingga tuntas. Setelah kurasa cukup gue mencabut vakum tersebut dan melihat toket Ina sedikit meruncing dan membiru. Gue pun membiarkan ia tidur namun telanjang dengan alibi biar cepet sembuh (sebenarnya sih ga apa) gue pun tidur disampingnya menemani Ina. Selama ia tidur gue terus menggerayangi toketnya dan terus menghisapnya hingga fajar.
Pagi pun tiba, tiba2 gue terbangun dengan teriakan kesakitan Ina. Ketika kulihat ternyata dia telah memvakum payudaranya sendiri dan mulai mengulum kontolku.
“Bener mas makin gede toket Ina, wah Ina makin pinter dong” ucapnya. Gue pun hanya tersenyum. Kegiatan ini terus ia ulangi sampai hari-hari berikutnya. Bahkan pernah 3 hari berturut turut dia terus memvakum toketnya dan menyepong kontolku untuk pejuku. Akhirnya gue bisa ngentot cewe kampung juga. Tapi harus kurencanain nih. Tempatnya harus yang pas.
Pada suatu hari kutinggalkan Ina yang kelelahan setelah menyepong kontolku semalaman dengan toket yang masih tervakum. Gue mencoba melihat sekeliling, pergi ke hutan, dan ke sawah. Namun gue belum menemukan tempat yang pas untuk mengeksekusi Ina. Gue pun kembali ke rumah. Setibanya di rumah gue pun langsung ke dapur untuk meminum, tiba2 gue menginjak sebuah pintu di lantai. Gue peasaran mengapa ada pintu disini, dan setelah kuturuni anak tangga, ternyata itu sebuah ruang bawah tanah. Asik, gue nemu tempatnya hehe...
Gue pun mencoba untuk memasuki ruang bawah tanah tersebut, cukup luas. Ternyata ruang ini digunakan untuk menyimpan barang-barang bekas. Wah gede juga nih rumahnya. Tak lama kemudian gue mencoba untuk merapikannya supaya enak buat “main” sama si Ina nanti hehehe. Beberapa barang gue pindah supaya makin lega dan leluasa buat main.
“Beres semua, tinggal satu sentuhan lagi. Matras, biar makin ganas gue mainnya” Pikirku dalam hati.
Tak lama kemudian aku pamitan dengan Ina yang sedang masak (Tumben gak ngevakum toketnya, mungkin dah capek kali ya). Gue pun segera bergegas turun ke kota bawah untuk membeli sebuah matras (Demi bisa icipin memek gadis kampung, apa aja gue rela deh). Setelah membelinya, aku pun bergegas kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, aku melihat Ina masih membaca buku sesat yang gue kasih. Tapi gue liat-liat, dia kok makin manis ya. Rambut hitamnya panjang bagus, kulitnya hitam manis, toketnya sekarang sudah agak gede dikit. Mantap deh pokoknya, tinggal coblos aja ini haha..
“Na, baca bab berapa kamu sekarang?” Tanyaku
“Ini mas, baca tentang ngentot” jawabnya polos. (Wah pas banget haha)
“Wah udah sampai situ ya, oh iya toket kamu udah gedean yah sekarang. Coba dong telanjang aja, gak usah pakai baju. Kalo telanjang bikin gede loh.” Rayuku dengan memanjanya.
Tak lama kemudian dia pun membuka bajunya, astagaaaaa toketnyaa. Mancung sekali sekarang, pengen banget gue lumat gue isep sampe dia kelojotan. (Sabar Ron sabar, kalo lu sabar pasti nanti makin puas) Gumamku dalam hati.
“Na aku pegang ya, pengen ngecek aja udah pas apa belom.” Alibiku, padahal pengen banget ngeremes. Pas gue pegang ahhh enak banget, kenyel, sekarang lebih sekel. Mantep dahhh..
“Ahh mass enaakkk…” rintihnya.
Wah nih anak malah keenakan, gue lanjutin aja deh. Pikirku dalam hati. Gue pun mulai menggerayangi kedua toketnya yg sekel itu. Gue lumat bergantian sampai dia kelojotan. Tapi gue berusaha menahannya untuk permainan yg lebih mantab.
“Wah udah enak Na, udah pas. Hebat kamu sekarang.” Pujiku
“ah mas bisa aja deh, ini juga mas yang ngajarin kan. Oh iya mas, ajarin tentang ngentot dong.” Pintanya.
Wah kaya ketiban durian runtuh gue, tanpa basa basi pun gue mengajak Ina untuk belajar di kamar gue. Gue pun membuka laptop gue dan menyetel beberapa film bokep yg gue miliki. Gue pun memutarkannya, video yg pas itu gue puterin video local yg pemain cewenya masih remaja juga yang defloration alias pecah perawan.
Pada awal video gue menunjukkan adegan foreplay dan menjelaskannya.
“Na, ini namanya foreplay. Kaya pembukaannya gitu, kamu mainin kontol aku, terus aku maininin memek kamu. Tapi gak sampai crot loh. Di foreplay kita juga bisa ciuman, biar makin nikmat biasanya yg cowo ngisep toket sama memeknya banyakan.” Jelasku. Kulihat dia hanya mengangguk dan serius liatin filmnya.
Kemudian film pun mulai masuk adegan penetrasi.
“Nah ini namanya penetrasi, disini cowo ngelus2in kontolnya ke memek cewe. Biar enak dan bisa masuk.” Jelasku.
“Wah tapi kontolnya gede juga ya, bisa muat ke memek cewenya yg kecil ga yah?” Tanyanya
“Tenang na, bisa kok.” Jawabku sambil mengelus toketnya.
Kemudian film pun mulai masuk ke bagian inti dimana kontolnya mulai masuk dan mecah perawan si gadis itu.
“Ihhh mas, itu cewenya kok kaya jerit2 gitu? Emang sakit ya?” Tanyanya sambil menutup mata.
“Tenang Na, gak bakal sakit. Kalo sama mas, mas janji bakal pelan2. Sakit bentar tapi nanti enak banget. Pasti kamu mau lagi.” Jawabku menenangkannya.
Di film itu pun sang actor mulai lihai memainkan kontolnya dalam memek gadis tersebut, terlihat mereka berganti beberapa gaya. Mulai dari WOT, MOT, pangkuan, doggy, hingga si pria menindih kasar gadis itu. Persis apa yang pengen gue lakuin sama Ina, tapi gue kepengen banget WOT, gaya pangkuan, doggy, dan nindihin dia. Ahhh sedap pasti.
Akhirnya film berdurasi 1 jam itu pun selesai, tak terasa waktu sudah mulai sore juga. Gue menyuruh Ina untuk mandi dan mempersiapkan makan. Tapi kali ini gue mandi bareng dia dulu, biar bisa disabunin ini kontol dan bisa puas nggerayangin bodinya. Seperti biasa, di kamar mandi ia pun menyabuni kontol gue sambil mengocok dikit. Tapi gue menolak untuk dilanjutkan, karena gue pengen ngasih hadiah special ke Ina.
Setelah mandi Ina pun menyiapkan makanan dan kita pun makan berdua.
“Na, kamu mau belajar ngentot gak?” tanyaku merayu
“Emang ngentot gitu buat apa mas?” Tanyanya lugu.
“Ngentot itu biasa buat bikin anak Na, tapi kan kamu belom mens. Jadi gak bisa. Tapi ngentot bisa bikin kamu enak banget Na, jadi kalo kamu besok ngentot udah tau caranya juga.” Jawabku merayunya.
“Oh anak itu dibikin dari hasil ngentot ya? Berarti aku hasilnya dong hahah” Jawabnya sambl tertawa. Gue pun terus merayunya, kalo istilah sini ya SSI (Speak Speak Iblis) hahaha…
“Boleh deh mas, aku kepengen nyoba. Kayanya enak tuh yg kaya di film tadi.” Jawabnya dengan semangat.
Yesss! Akhirnya. Teriakku dalam hati kegirangan.
“Yaudah, kita ngentotnya di loteng bawah tanah aja ya. Soalnya enak tuh di bawah kayanya.” Ajakku.
Dia pun hanya mengangguk, gue curi start duluan kebawah sambil buat persiapan juga. Tak lama kemudian dia pun turun. Wah emang cantik banget nih, apa emang gini ya kalo cewe mau dinikmatin pasti keliatan cantik ya? Pikirku dalam hati iblis ini.
“Oke mas,Ina siap” Katanya bersemangat.
“Ya udah, pelajaran pertama Na. Kamu harus bisa telanjangin aku Na. Tapi gayanya yg seksi ya kaya di film gitu.” Kataku merayunya.
Dia pun hanya mengiyakan permintaanku, tak lama kemudian ia pun mulai menggerayangi tubuh gue dan mulai melucuti satu per satu pakaian ku. Mulai dari baju, celana hingga celdam gue. Tapi pas mau melorotin celdam gue, dia ngasih treatment special ke gue yang gak gue sangka-sangka. Dia ngocokin kontol gue dari luar sempak. Aaahhhhh enak bangeeeettt, dia berhasil buat gue ngaceng. Eitss tapi tunggu dulu, ini belom maksimal hahahah…
“Wah pinter kamu, nilainya ini 8 deh.” Pujiku. Kulihat dia tersenyum malu setelah mendengar pujianku.
“Nah sekarang saatnya foreplay. Kamu dah tau kan harus ngapain?” tanyaku.
“Ehhh lupa mas, hehe” Jawabnya cengengesan.
“Foreplay itu, kita ciuman, kamu nyepongin punya aku ngocokin punya aku. Aku juga gitu ke kamu.” Jawabku.
Kisah masih bersambung ke: Sukses Menikmati dan Menggarap ABG Lugu Berkali-kali Sampai Puas
Setelah 2 jam perjalanan, gue pun tiba disana. Gue pun mengetuk ngetuk pintunya, setelah sekian lama mengetuk keluarlah si Ina salah satu saudara gue yang merupakan anak dari sepupu ayahku yang menjadi TKI itu. Pertama kali gue ketemu dia, dia masih kecil gitu (udah beberapa tahun yang lalu sih haha..). Tapi sekarang udah beranjak dewasa dan kutaksir sekarang sudah 14 tahun.
“Eh mas Roni, masuk mas” suara yang lembut tersebut mengajakku masuk ke rumah yang tidak terlalu besar dan jauh dari kampong mana pun. Sedikit gambaran, rumahnya ini terletak di kaki gunung dan dikelilingi sawah-sawah dan hutan. Rumahnya cukup jauh dari kampong penduduk, hal itu dikarenakan ayahnya si Ina ini punya sawah yang cukup gede disini dan males pindah.
Lalu gue pun menurunkan barang-barangku dan meletakkannya di salah satu kamar yang ditunjuk Ina. Tanpa berlama-lama, gue pun mempersiapkan baju ganti dan alat2 mandiku untuk bergegas mandi (maklum orangnya rajin mandi). Saat masuk kamar mandinya, gue pun heran. Kamar mandi tersebut hanya ditutupi oleh anyaman bambu–bambu dan banyak sekat-sekat yang bolong. Saat gue sedang mandi, gue melihat Ina sedang menyuci piring. Gue bisa melihatnya dengan leluasa dari salah satu bolongan di kamar mandi yang cukup besar.
“Wah dia pake rok nih, celana dalemnya robek-robek lagi nih. Manteeppp” gumamku dalam hati. Memang pada saat itu Ina sedang menggunakan rok dan baju yang ketat (gue mengira dia tidak pakai bra, karena putingnya jelas keliatan njeplak di bajunya). Tak terasa kontolku sudah mulai tegang setelah melihat pemandangan itu. Jujur aja, gue suka banget liat cewek-cewek kampung yang kulitnya hitam, rambutnya panjang, dan pakai pakaian ketat gitu. Ah serasa pengen diewek tanpa berhenti. Dengan makin tegangnya kontolku, gue pun terus melanjutkan mandi. Setiap mandi, gue selalu mengoleskan minyak ramuan dari Ine pembantuku, minyak ramuan ini memberikan khasiat membuat kontolku makin hitam, gendut, dan panjang. Hal itu sudah terbukti ketika Ine memberikan minyak tersebut kepada gue 3 tahun silam. Sekarang kontolku makin hitam, gendut, dan kalo ngaceng panjangnya bisa 18cm dengan diameter 6cm. Jujur aja, gue juga seneng mainin kontolku sendiri (tapi gue juga doyan ngewe). Seusai mandi gue pun hendak berpakaian, namun apesnya sempakku jatuh dan basah. Akhirnya gue hanya melilitkan handuk disekujur tubuhku, namun kontolku yang masih ngaceng membuat tonjolan di handuk tersebut. Dengan cuek gue pun ke kamar melewati Ina yang sedang masak di dapur.
Seusai mandi, gue pun melakukan ritual yang kedua dengan kontolku. Gue mulai mengeluarkan barang-barangku yang lainnya, diantaranya ada suntikan, beberapa cairan, krim penis. Gue pun rebahan di kasur dan mulai mengolesi kontolku dengan krim kontol yang membuat kontolku semakin perkasa. Gue pun mengurutnya sesuai dengan anjuran salah satu Mak Erot langgananku (dia bilang sih ini krim paling mujarab untuk memperkasa kontol yang belum di sunat, tapi emang terbukti kok haha... Btw gue ini udah 22 tahun dan belum sunat, tapi gue seneng liat kontolku bentuknya gini). Setelah ku urut semua bagian kontolku, gue pun mulai menyuntikkan cairan di pangkal kontolku. Fungsinya untuk memperkental sperma. Am I Crazy? Oke gue jelasin dulu sedikit background gue, sebenernya gue ini masih normal masih doyan cewe dan ngewe sama cewe. Tapi gue juga hypersex terhadap diri sendiri, hal yang paling gue favoritin adalah kontol gue. Singkat aja ceritanya ya, nanti intinya gak tersampaikan haha.
Saat gue sedang menyuntikan untuk kedua kalinya, tak sengaja Ina pun masuk ke kamarku. Ia pun melongo liat kontol gemukku. Lalu ia pun keluar dari kamarku dengan langkah yang cepat sambil berkata “Mas, ayo makan, makanannya dah siap”. Namun karena efek dari suntikan ini, kontolku belum bisa tidur selama 20 menit. Tapi gue dah laper banget, yaudah deh gue pake celana khusus dimana yg bagian tengah buat kontol itu bolong (kaya yg dipake artis JAV cowo). Namun itu aja belom cukup, kontolku yg perkasa masih nyembul. Peduli setan, gue pun makan bersama Ina. Kulihat Ina agak risih liat kontolku, dia pun bertanya, “Mas, burungnya bengkak toh? Tadi kok disuntik segala? Apa lagi flu burung mas?” Tanyanya dengan polos.
Dalam hati wah ini kesempatan nih. Gue pun menjawab, “Engga kok, burung mas Roni emang gede. Tadi disuntik biar sehat burungnya. Ina mau liat?” Ina pun langsung menuduk malu dan melanjutkan makan.
Tak lama kemudian Ina pun berkata “Bener mas? Boleh kalo gue liat sama pegang burungnya? Soalnya gue liat burung temen-temenku disini ga segede mas roni.” Katanya dengan muka yang polos.
Gue pun menjawab dengan tertawa “boleh aja kok Ina, kamu boleh liat dan megang burungnya mas Roni.”
Seusai makan pun kami pun pergi ke kamar Ina. Ku lihat ternyata kamar Ina rapi sekali, tetapi ia tidur di kasur yang ada di lantai kamarnya. Tidak seperti ranjang yg ditempatku. Saat gue melihat kasur itu (wah asik nih buat maen, ini kasur kesukaan gue nih buat ngewe). Meski dingin, Ina suka tidur dibawah seperti itu. Tanpa pikir panjang gue pun mulai rebahan dan membuka celana gue. Ina melongo melihat kontol superku. Lalu ia memegangnya dan mencoba untuk membuka kulupnya sampai habis.
Dia bertanya “Gak sunat mas?”
Gue pun menjawab “Kalo sunat gak segede ini Na” Jawabku membodohinya. Setelah puas melihat dan memegang ia pun pergi ke kamar tamu. “Yah kentang deh, belom ada 5 menit” gumamku kesal. Kemudian gue pun menyusul Ina ke ruangan tamu, ku lihat Ina sedang membaca sebuah buku.
“Baca apa Ina?” tanyaku
“Ini mas buku biologi. Aku meski ga sekolah pengen pinter” Jawabnya penuh semangat.
Gue pun ikut membaca di ruang tamu dan menjelaskan beberapa bagian, karena ini memang ahliku haha... Saat itu Ina sedang membaca bagian reproduksi manusia. “Wah kesempatan bisa maen sama nih anak nih.” (Sebenernya udah pengen ngewe dia banget pas lagi mandi tadi). Karena dia ga ngerti apa-apa, gue bisa bego begoin dia dan ngewe dengan gampang. Tapi semua itu salah, setelah ku bego begoin, ternyata dia tidak percaya omonganku. Ia diberi pesan oleh orangtuanya jangan percaya selain yg ada di buku. Wahh aseeemm, gumamku kesal dalam hati. Namun gue pun memiliki rencana lain. Hari sudah malam, meski gue sudah pengen ngewe memeknya yang pasti masih rapet itu gue menunda kesempatan itu dan mulai melancarkan rencana gue.
Begini rencana gue, gue melihat dia lebih percaya apa yang dibuku. Jadi gue mulai mengarang beberapa cerita yang berkaitan dengan seks dan fantasiku dan gue akan mencetaknya dan memberikan kepadanya. Kuyakin hal itu pasti ampuh, karena dia anak yg penurut. Semalaman pun gue menulis karangan yang gila tersebut.
Keesokan harinya gue pamitan ke Ina untuk pergi ke tukang fotocopy. Tak lama kemudian gue pun kembali ke rumah, sesampainya di rumah. Kulihat Ina hanya pakai tanktop putih dan rok yang kemaren. Astagaaaa, toket item kecilnya bikin nafsu, meski gak gede tapi bentuknya perfect. Kontolku pun mulai tegang lagi, tapi gue berusaha meredamnya. Sesampainya di rumah gue pun langsung diajak makan olehnya. Mata gue bukan focus ke makananku, melainkan ke toketnya yang sempurna buatku. Sampai2, gue menelan utuh cabai rawit (padahal gue ga demen cabe). Setelah makan, gue memberikan buku karanganku yang kubuat tadi malam kepada Ina. Gue berbohong kepadanya kalau ini buku yang gue beli di kota.
Ina pun mulai membacanya dan gue kembali ke kamar untuk memanjakan kontolku (bukan coli ya). Tak lama kemudian, masuklah Ina sambil membawa buku tersebut. Kemudian ia pun bertanya, “Mas coli itu apa ya? Peju itu apa ya mas? Memek apa ya mas? Ngentot apa ya mas? Banyak banget istilahnya” Tanyanya sambil kebingungan.
Wah sepertinya rencana berjalan mulus nih, gumamku dalam hati. Gue pun mulai menjelaskannya satu persatu. Awalnya kujelaskan dari coli. “Ina, coli itu kalau cowo lagi ngocok burungnya kaya gini nih (sambil ku peragakan). Nah coli itu nanti keluar peju.” Jelasku.
“Ohh peju itu kalo yg diminum cewe bisa buat pinter ya?” Tanyanya dengan polos. Yess rencana gue berhasil lagi. Gumamku dalam hati.
Gue pun menjawab “Iya, sekarang praktek yuk. Gue minta 2 cangkir teh apa 2 gelas dong.”
“Buat apa mas?” Tanyanya. Ku jawab “Buat tempat peju Na, banyak ntar.” (pejuku kalo sekali muncrat emang banyak dan kental, mungkin efek obat-obatan itu kali ya). Dia pun segera ke dapur dan mengambil apa yang kuminta.
“Gini nih na, lingkarin 2 tangan kamu membentuk O. (harus 2 tangan, karena 1 tangan mungilnya ga bisa ngocok semua kontol superku). Habis itu kamu gerakin maju mundur.” Jelasku.
Tanpa tanya, Ina pun langsung mengocok kontolku. Awalnya emang kagok, tapi lama kelamaan dia sudah terbiasa. Dia masih kewalahan meladeni kontolku yg super ini. 30 menit ia mengocok, kontolku belum juga muncratin peju (Iya dong, kalo main sama si Ine aja bisa 8 ronde sekali.)
“Mas mana pejunya? Gak keluar, bohong ya mas.” Tanyanya merasa curiga.
“Ngga Na, ini kalo kontol gede gini lama keluarnya. Karena kontolnya bagus dan pejunya juga bagus.” Jawabku ngeles. Dia pun percaya saja, gue pun berniat untuk mengajarinya nyepong.
“Na, kalau mau cepet kamu nyepong aja.” Pintaku
“Nyepong itu kamu ngisep kontol gue sampe keluar pejunya.” Jelasku
“Ih gamau ah, jijik, kontol mas gede banget.” Tolaknya
Gue pun langsung beralibi “Mau pinter ga? Kalau mau pinter harus minum ???” tanya gue seperti memanja anak kecil. “Oiya peju.” Jawabnya dengan polos. Akhirnya ia pun mulai memasukan kontolku ke dalam mulutnya. Tapi sesak, tidak bisa masuk. Ia pun tersedak, gue pun menuntunnya perlahan. Perlahan demi perlahan kontolku berhasil di kulumnya tetapi tidak semuanya. Mulut kecilnya terus mengulum kontolku selama 30 menit, hingga akhirnya gue pun ingin ngecrot.
“Na gelasnya na, gue mau ngecrot…” Pinta gue. Dia pun mengambilkan gelasnya dan kontolku menyemprotkan peju putih nan kental yang cukup deras, hingga 1 setengah gelas kugunakan untuk tempat pejuku.
“Nah itu namanya peju, banyak kan peju mas Roni? Artinya peju Mas Roni bagus. Liat tuh putih kentel kaya susu. Kamu minum deh.” Kata gue.
Tanpa babibu akhirnya dia meminum yang setengah gelas dahulu, pada awalnya dia mau muntah karena baunya dan rasanya yang amis. (emang peju ku amis banget, tapi Ine suka banget. Dia pernah ngocok kontolku sampe pejuku ngisi satu botol coca cola yg gede) Setelah setengah gelasnya habis, gue pun bekata kepada dia “Udah setengah gelas dulu, sisanya ntar. Gimana enak kan?”
“Oke mas, ihh amis ahhh. Tapi enak juga sih.” Jawabnya. Kemudian dia pun melanjutkan membaca lagi. Ahhh yesss rencana gue mau ngentot gadis kampung terlaksana juga, yihaaa.. sorak sorai dalam hati.
Waktu menunjukkan jam 4 sore, gue pun ingin mandi. Ketika hendak mandi, gue tidak menemukan Ina dimanapun. Mungkin dia lagi main kali, pikirku. Ketika gue masuk kamar mandi, gue terkejut melihat Ina yang juga sedang mandi. Ternyata pintunya tidak dikunci. Alaamaaaak, meski item langsing gini napsuin banget. Toket itemnya yg mancung sempurna, memeknya belom ada jembut brooo… senang sekali gue melihatnya. Ina pun merasa malu lalu menutupi badannya.
“Gak usah malu Na, nanti juga terbiasa” kata gue.
Ia pun mulai melepaskannya dan mulai melanjutkan mandi lagi. Selama mandi gue menawarkan untuk saling meyabuni satu sama lain dan diapun mau. Giliran pertama gue menyabuni dia. Bukannya menyabuni, gue malah meremas toketnya hingga puas. Giliran kedua ia mulai menyabuni badanku dan kontolku yg super. Setelah mandi, gue kembali melakukan ritual kontolku. Kali ini, Ina ingin mencoba melakukannya. Ia pun mengurut krim kontolku dengan sangat telaten dan nikmat. Mungkin udah terbiasa kali ya. Namun saat menyuntikan cairan, gue tidak memperbolehkannya, karena takut salah sasaran bosss..
Setelah itu kami pun makan, namun makan malam kali ini ada yg beda. Ina menuangkan beberapa sendok peju di makanannya dan ia pun tidak minum air putih, melainkan minum pejuku yang tadi keluar. Wahhh asikkk, kalimat ngarangku ga sia sia. Di dalam buku itu gue menuliskan “peju bisa membuat cewe semakin pintar, lebih baik jika diminum atau dituangkan ke makanan. Melihat hal tersebut gue ga jijik, melainkan tambah horny.
“Pejunya enak Na?” tanya gue seusai makan.
“Iya mas enak banget, besok lagi ya” Jawabnya. Kemudian ia ke ruang tamu lagi dan membaca buku sesat karanganku. Tak lama kemudian ia bertanya, “Mas toket itu apa sih? Kok ini ada tulisan semakin gede toket cewe maka dia akan semakin pintar” (sebenernya ngakak sendiri liat ini tulisan)
“Nih toket itu dada cewe, ni bener nih.” Jelasku
“Wah toketku cilik mas, gedeinnya gimana?” Tanyanya khawatir.
Huehehehe untung saja gue sudah mempersiapkan alat2 pribadiku, gue pun mengeluarkan vakum pembesar payudara (ini kubawa antisipasi kalo gue lagi ngewe sama psk kampung, kalo pake vakum ini air susunya bisa keluar).
“Nih gedeinnya di vakum.” Jawabku sambil menunjukkan alat vakum itu.
“Ina mau deh mas” Jawabnya dengan polos. Wahhh ini pemadangan yang sangat gue gemari.
“Yaudah Na, kamu ke kamarmu tiduran, telanjang ya.” Pinta gue. Dia pun nurut, saat gue di kamar gue terkesima lagi dengan pemandangan indah tersebut. Tanpa babibu lagi gue melepaskan celana gue supaya kontolku bebas (alibinya sih panas). Kemudian gue pun mulai menjilati toketnya dan meremas remas (alibinya pijat sebelum digedein). Kulumat toket kecil tersebut dan pentilnya yang hitam, ku remas secara bergantian, ia pun mendesah kecil. Kulakukan itu selama 1 jam (yes everybody, I am hypersex. Apalagi liat body kampung gini, ahhhh) kurasakan memeknya juga sedikit basah. Sebenernya udah kepengen banget ngewe sama dia, tapi mesti ditahan dulu sampai semua rencana berhasil.
“Na, awalnya emang sakit tapi lama kelamaan enak kok.”kata gue
“Ina, ga apa kok mas. Ina pengen pinter.” Jawabnya
Gue pun langsung memasangkan vakum ke kedua toket item mungilnya. Vakum tersebut langsung menyedot toket Ina hingga meruncing. “Ahhhh sakiiitt” Teriak Ina kencang. Sekencang kencangnya triakan juga ga ada yg denger disini. Gumamku dalam hati. Teriakan itu tak berhenti selama 1 jam lebih. Kulihat toketnya mulai memerah dan masih meruncing. Daripada diam gini gue beralibi “Na sambil minum peju aja” Gue menyodorkan kontolku. Tak lama kemudian ia menyepong kontolku. Saking enaknya, gue terus memommpa vakum toketnya ina sehingga meruncing memenuhi vakum. 1 jam berlalu gue pun merasa ingin ejakulasi. Akhirnya gue pun menyemprotkan peju ku ke mulut Ina hingga meluber, namun Ina bersikekeh menjilatinya hingga tuntas. Setelah kurasa cukup gue mencabut vakum tersebut dan melihat toket Ina sedikit meruncing dan membiru. Gue pun membiarkan ia tidur namun telanjang dengan alibi biar cepet sembuh (sebenarnya sih ga apa) gue pun tidur disampingnya menemani Ina. Selama ia tidur gue terus menggerayangi toketnya dan terus menghisapnya hingga fajar.
Pagi pun tiba, tiba2 gue terbangun dengan teriakan kesakitan Ina. Ketika kulihat ternyata dia telah memvakum payudaranya sendiri dan mulai mengulum kontolku.
“Bener mas makin gede toket Ina, wah Ina makin pinter dong” ucapnya. Gue pun hanya tersenyum. Kegiatan ini terus ia ulangi sampai hari-hari berikutnya. Bahkan pernah 3 hari berturut turut dia terus memvakum toketnya dan menyepong kontolku untuk pejuku. Akhirnya gue bisa ngentot cewe kampung juga. Tapi harus kurencanain nih. Tempatnya harus yang pas.
Pada suatu hari kutinggalkan Ina yang kelelahan setelah menyepong kontolku semalaman dengan toket yang masih tervakum. Gue mencoba melihat sekeliling, pergi ke hutan, dan ke sawah. Namun gue belum menemukan tempat yang pas untuk mengeksekusi Ina. Gue pun kembali ke rumah. Setibanya di rumah gue pun langsung ke dapur untuk meminum, tiba2 gue menginjak sebuah pintu di lantai. Gue peasaran mengapa ada pintu disini, dan setelah kuturuni anak tangga, ternyata itu sebuah ruang bawah tanah. Asik, gue nemu tempatnya hehe...
Gue pun mencoba untuk memasuki ruang bawah tanah tersebut, cukup luas. Ternyata ruang ini digunakan untuk menyimpan barang-barang bekas. Wah gede juga nih rumahnya. Tak lama kemudian gue mencoba untuk merapikannya supaya enak buat “main” sama si Ina nanti hehehe. Beberapa barang gue pindah supaya makin lega dan leluasa buat main.
“Beres semua, tinggal satu sentuhan lagi. Matras, biar makin ganas gue mainnya” Pikirku dalam hati.
Tak lama kemudian aku pamitan dengan Ina yang sedang masak (Tumben gak ngevakum toketnya, mungkin dah capek kali ya). Gue pun segera bergegas turun ke kota bawah untuk membeli sebuah matras (Demi bisa icipin memek gadis kampung, apa aja gue rela deh). Setelah membelinya, aku pun bergegas kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, aku melihat Ina masih membaca buku sesat yang gue kasih. Tapi gue liat-liat, dia kok makin manis ya. Rambut hitamnya panjang bagus, kulitnya hitam manis, toketnya sekarang sudah agak gede dikit. Mantap deh pokoknya, tinggal coblos aja ini haha..
“Na, baca bab berapa kamu sekarang?” Tanyaku
“Ini mas, baca tentang ngentot” jawabnya polos. (Wah pas banget haha)
“Wah udah sampai situ ya, oh iya toket kamu udah gedean yah sekarang. Coba dong telanjang aja, gak usah pakai baju. Kalo telanjang bikin gede loh.” Rayuku dengan memanjanya.
Tak lama kemudian dia pun membuka bajunya, astagaaaaa toketnyaa. Mancung sekali sekarang, pengen banget gue lumat gue isep sampe dia kelojotan. (Sabar Ron sabar, kalo lu sabar pasti nanti makin puas) Gumamku dalam hati.
“Na aku pegang ya, pengen ngecek aja udah pas apa belom.” Alibiku, padahal pengen banget ngeremes. Pas gue pegang ahhh enak banget, kenyel, sekarang lebih sekel. Mantep dahhh..
“Ahh mass enaakkk…” rintihnya.
Wah nih anak malah keenakan, gue lanjutin aja deh. Pikirku dalam hati. Gue pun mulai menggerayangi kedua toketnya yg sekel itu. Gue lumat bergantian sampai dia kelojotan. Tapi gue berusaha menahannya untuk permainan yg lebih mantab.
“Wah udah enak Na, udah pas. Hebat kamu sekarang.” Pujiku
“ah mas bisa aja deh, ini juga mas yang ngajarin kan. Oh iya mas, ajarin tentang ngentot dong.” Pintanya.
Wah kaya ketiban durian runtuh gue, tanpa basa basi pun gue mengajak Ina untuk belajar di kamar gue. Gue pun membuka laptop gue dan menyetel beberapa film bokep yg gue miliki. Gue pun memutarkannya, video yg pas itu gue puterin video local yg pemain cewenya masih remaja juga yang defloration alias pecah perawan.
Pada awal video gue menunjukkan adegan foreplay dan menjelaskannya.
“Na, ini namanya foreplay. Kaya pembukaannya gitu, kamu mainin kontol aku, terus aku maininin memek kamu. Tapi gak sampai crot loh. Di foreplay kita juga bisa ciuman, biar makin nikmat biasanya yg cowo ngisep toket sama memeknya banyakan.” Jelasku. Kulihat dia hanya mengangguk dan serius liatin filmnya.
Kemudian film pun mulai masuk adegan penetrasi.
“Nah ini namanya penetrasi, disini cowo ngelus2in kontolnya ke memek cewe. Biar enak dan bisa masuk.” Jelasku.
“Wah tapi kontolnya gede juga ya, bisa muat ke memek cewenya yg kecil ga yah?” Tanyanya
“Tenang na, bisa kok.” Jawabku sambil mengelus toketnya.
Kemudian film pun mulai masuk ke bagian inti dimana kontolnya mulai masuk dan mecah perawan si gadis itu.
“Ihhh mas, itu cewenya kok kaya jerit2 gitu? Emang sakit ya?” Tanyanya sambil menutup mata.
“Tenang Na, gak bakal sakit. Kalo sama mas, mas janji bakal pelan2. Sakit bentar tapi nanti enak banget. Pasti kamu mau lagi.” Jawabku menenangkannya.
Di film itu pun sang actor mulai lihai memainkan kontolnya dalam memek gadis tersebut, terlihat mereka berganti beberapa gaya. Mulai dari WOT, MOT, pangkuan, doggy, hingga si pria menindih kasar gadis itu. Persis apa yang pengen gue lakuin sama Ina, tapi gue kepengen banget WOT, gaya pangkuan, doggy, dan nindihin dia. Ahhh sedap pasti.
Akhirnya film berdurasi 1 jam itu pun selesai, tak terasa waktu sudah mulai sore juga. Gue menyuruh Ina untuk mandi dan mempersiapkan makan. Tapi kali ini gue mandi bareng dia dulu, biar bisa disabunin ini kontol dan bisa puas nggerayangin bodinya. Seperti biasa, di kamar mandi ia pun menyabuni kontol gue sambil mengocok dikit. Tapi gue menolak untuk dilanjutkan, karena gue pengen ngasih hadiah special ke Ina.
Setelah mandi Ina pun menyiapkan makanan dan kita pun makan berdua.
“Na, kamu mau belajar ngentot gak?” tanyaku merayu
“Emang ngentot gitu buat apa mas?” Tanyanya lugu.
“Ngentot itu biasa buat bikin anak Na, tapi kan kamu belom mens. Jadi gak bisa. Tapi ngentot bisa bikin kamu enak banget Na, jadi kalo kamu besok ngentot udah tau caranya juga.” Jawabku merayunya.
“Oh anak itu dibikin dari hasil ngentot ya? Berarti aku hasilnya dong hahah” Jawabnya sambl tertawa. Gue pun terus merayunya, kalo istilah sini ya SSI (Speak Speak Iblis) hahaha…
“Boleh deh mas, aku kepengen nyoba. Kayanya enak tuh yg kaya di film tadi.” Jawabnya dengan semangat.
Yesss! Akhirnya. Teriakku dalam hati kegirangan.
“Yaudah, kita ngentotnya di loteng bawah tanah aja ya. Soalnya enak tuh di bawah kayanya.” Ajakku.
Dia pun hanya mengangguk, gue curi start duluan kebawah sambil buat persiapan juga. Tak lama kemudian dia pun turun. Wah emang cantik banget nih, apa emang gini ya kalo cewe mau dinikmatin pasti keliatan cantik ya? Pikirku dalam hati iblis ini.
“Oke mas,Ina siap” Katanya bersemangat.
“Ya udah, pelajaran pertama Na. Kamu harus bisa telanjangin aku Na. Tapi gayanya yg seksi ya kaya di film gitu.” Kataku merayunya.
Dia pun hanya mengiyakan permintaanku, tak lama kemudian ia pun mulai menggerayangi tubuh gue dan mulai melucuti satu per satu pakaian ku. Mulai dari baju, celana hingga celdam gue. Tapi pas mau melorotin celdam gue, dia ngasih treatment special ke gue yang gak gue sangka-sangka. Dia ngocokin kontol gue dari luar sempak. Aaahhhhh enak bangeeeettt, dia berhasil buat gue ngaceng. Eitss tapi tunggu dulu, ini belom maksimal hahahah…
“Wah pinter kamu, nilainya ini 8 deh.” Pujiku. Kulihat dia tersenyum malu setelah mendengar pujianku.
“Nah sekarang saatnya foreplay. Kamu dah tau kan harus ngapain?” tanyaku.
“Ehhh lupa mas, hehe” Jawabnya cengengesan.
“Foreplay itu, kita ciuman, kamu nyepongin punya aku ngocokin punya aku. Aku juga gitu ke kamu.” Jawabku.
Kisah masih bersambung ke: Sukses Menikmati dan Menggarap ABG Lugu Berkali-kali Sampai Puas


