Bel istirahat di sebuah sekolah sudah berbunyi menandakan waktu istirahat pertama telah di mulai. Anak anak terlihat berlari menuju pojok sekolah yang telah bersiap para pedagang jajanan makanan dan minuman. Di antara sejumlah pedagang terlihat Paijo dengan ciri khas topi di balik dan sehelai handuk yang dilingkarkan di leher sedang menggoreng cimol dagangan nya.Sebelum kisah ini dilanjutkan saya selaku penulis agar para pembaca selalu waspada dan berjaga jaga siapa tau kisah yang akan saya berikan ini suatu saat akan menimpa pada ponakan atau tetangga anda atau bahkan mungkin buah hati anda sendiri. Jadi selalu nasehatilah mereka dengan baik.
"bang beli cimol dong serebu ! " kata seorang anak perempuan yang menghampiri Paijo. Anak perempuan ini bisa dibilang langganan si Paijo karena tiap kali waktu istirahat dia selalu mampir ke dagangan Paijo.
"wuihhh...oke !" kata Paijo sambil menerima uang yang diberikan anak perempuan itu yang bernama Keiza. Tapi saat Paijo menerima uang selembaran seribu itu terlihat ada keanehan dimana jari telunjuk Paijo menggelitik pergelangan tangan Keiza dengan mesra. Keiza hanya tersenyum, bukan menunjukkan ekspresi marah ataupun ekspresi jijik atas perbuatan Paijo.

